• PROFIL PERPUSTAKAAN UMUM KOTA DEPOK

WALIKOTA PERIODE -

Nama : KH. Dr. Idris Abdul Shomad, MA
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat, Tanggal lahir : Jakarta, 25 Jul 1961
Wakil Walikota : Dr. Idris Abdul Shomad, MA
RIWAYAT PENDIDIKAN
S1 : Universitas Imam Mohammad Ibnu Daud Gassim, Saudi Arabia
S2 : Universitas Imam Mohammad Ibnu Daud Gassim, Saudi Arabia
S3 : Universitas Imam Mohammad Ibnu Daud Gassim, Saudi Arabia
RIWAYAT ORGANISASI
2005-2015 : Sekjen ( IKADI )
2004-2009 : Sekertaris ( MUI )
BIOGRAFI

KH. DR. IDRIS ABDUL SHOMAD, MA

“Ulama Putra Daerah yang Visioner”

Pagi itu, jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, kondisi jalan Juanda telah ramai dengan orang-orang yang akan beraktivitas. Hari itu kami mendapat kesempatan mewawancarai tokoh Ulama yang juga sebagai Wakil Walikota Kota Depok periode 2011-2016. Beliau adalah KH. DR.Idris Abdul Shomad, MA.

Saat kami memasuki halaman rumahnya di Pondok Duta II Sukmajaya, tampak bangunan rumah yang sederhana. Seorang laki-laki dengan menggunakan peci putih,  keluar dari rumah dan menyapa ramah. Tatapan matanya teduh menyiratkan kewibawaan seorang ulama.

Kyai Idris dilahirkan di Jakarta, 49 tahun lalu.  Ayahnya, H. Abdul Shomad asli Beji, sedangkan Ibunya Hj. Yumani Binti Sholeh asli kelahiran Cilodong. Kedua orang tuanya kemudian hijrah di Jakarta untuk berdagang di Manggarai. Idris dan kedelapan saudaranya lahir di Jakarta dengan lingkungan keluarga besar yang relijius.

Cucu dari KH. Hasbi dan Nyai Siqot – Sesepuh Beji – menamatkan SD dan MI di Jakarta, kemudian Idris menimba ilmu di Pondok Gontor Ponorogo selama 6 tahun. Setelah itu, sang Kyai mendapatkan kesempatan beasiswa melanjutkan studi di Arab Saudi pada tahun 1982.

“Selama 15 tahun, saya berada di Arab Saudi. Pendidikan S-1, S-2 sampai S-3 saya selesaikan disana” kata bapak 3 putra dan 3 putri ini.

Dengan dukungan keluarga besar yang relijius inilah beliau menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor di Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Imam Muhammad Ibn Saud, Ryad Arab Saudi.

Saat menyelesaikan tulisan tesis S-2 nya, Kyai Idris menikah dengan Hj. Elly Farida binti Abdurahman. Pada tahun 1997, setelah merampungkan gelar doktornya, sang kyai kembali ke Jakarta dan aktif di Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam (LP2SI) Al Haramain.

Dalam keterlibatannya di yayasan tersebut, Kyai Idris mengakui mendapat banyak bimbingan dari Hidayat Nur Wahid. “Tujuannya adalah untuk memberdayakan guru/para ustadz serta pondok pesantren” jelasnya.

Mengenai pengalaman organisasi, sejak di pondok Gontor, Kyai Idris sudah aktif dalam Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Sedangkan di Arab Saudi, Idris pun aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI). Pengalaman organisasi inilah yang membuat diri Kyai semakin matang dalam menghadapai persoalan-persoalan di Kota Depok ini nantinya.

Selain itu, Kyai Idris juga menjadi dosen di Fakultas Dakwah Pasca Sarjana UIN dan UI. Kyai santun yang memiliki spesialis ilmu dakwah, pada tahun 2002 bersama-sama dengan Hidayat Nur Wahid mendirikan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI). Kyai Idris mendapat amanah menjadi Sekjen di IKADI.

“IKADI yang dibentuk di 30 propinsi itu mempunyai misi untuk menyatukan persepsi para dai, mengukur peta dakwah serta arah yang jelas dan terukur dalam dakwah di Indonesia” jelasnya.

Mengenai pengalaman organisasi, sejak di pondok Gontor, Kyai Idris sudah aktif dalam Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Sedangkan di Arab Saudi, Idris pun aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI). Pengalaman organisasi inilah yang membuat diri Kyai semakin matang dalam menghadapai persoalan-persoalan di Kota Depok ini nantinya.

Dengan demikian, KH.Idris adalah salah seorang ‘ulama yang menjadi harapan masyarakat, khususnya warga Depok.

Keterlibatan beliau dalam mengawal pembangunan semakin matang saat diamanahi menjadi Sekretaris Umum MUI Kota Depok. Seorang ‘ulama yang juga terjun langsung menyelesaikan berbagai permasalahan warga Depok, terutama masalah-masalah sosial.

Kombinasi antara kedalaman ilmu dan kiprah nyata bersama masyarakat, makin meneguhkan sosok Kyai Idris sebagai ‘ulama yang visioner. Pemikiran beliau juga dituangkan beberapa buku, diantaranya :

– Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Sosial ; Perspektif Islam, IKADI

– Seri Membina Rumah Tangga Bahagia ; Suami Istri Bahagia, IKADI

– Seri Membina Rumah Tangga Bahagia ; Kiat-Kiat Mendidik Anak, IKADI

– Mengasah SQ dan Dzikrullah, MQ Publishing

– Dengan Semangat Fitrah Membangun Negeri Baldatun Thayyiban wa Rabbun Ghaffur, IKADI

Keluarga Yang Hangat dan Pecinta Seni

Keluarga buah cinta KH. Idris dan Bunda Elly Farida, adalah keluarga yang penuh kehangatan kasih sayang. Merupakan kebiasaan dari mereka untuk saling mengungkapkan kasih sayang, contohnya mencium anak-anak sebelum berangkat sekolah.

Mereka juga keluarga pecinta seni, kebersamaan keluarga kerap mereka meriahkan dengan bernyanyi bersama. Anak-anak pun sering membuat puisi bagi Ayah Ibunya. Sebagaimana Bunda Elly juga terbiasa mengirimkan puisi bagi orang-orang yang dicintainya.

Karena komitmennya pada eksistensi keluarga sakinah, Bunda Elly bersama para pemerhati keluarga dan anak mendirikan Forum Keluarga Harmonis, sebagai setitik bakti bagi Kota Depok tercinta.

Akhirnya, Kyai Idris berharap kepada seluruh masyarakat Depok untuk bersama-sama, bahu membahu guna menciptakan kota Depok yang lebih maju dan sejahtera.

dikutip dari: http://www.depok.go.id/07/04/2011/01-berita-depok/profil-wakil-walikota-depok-kh-dr-idris-abdul-shomad-ma-“ulama-putra-daerah-yang-visioner”., Pukul 10.21 WIB Tanggal 24/02/2016

E-BOOK
SITUS TERKAIT
KAP TWIPS
STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung Hari ini  : 11 Pengunjung
Total Pengunjung     : 46546 Pengunjung